PERKEMBANGAN MOTORIK DAN PERSEPTUAL UNTUK ANAK USIA DINI (bagian 2)

Strategi Pengembangan Motorik Halus

Strategi pengembangan motorik halus dapat dilakukan dengan beberapa cara,  bentuk dan aktivitasnya berupa :

  1. Melempar, dilakukan dengan bola berbagai ukuran dan arah lemparan dari gurua ke anak, atau sasaran           tertentu.
  2. Menangkap dengan cara menangkap bola kain, bola plastik yang kurang memantul.
  3. Bermain Bola,  setelah anak terampil baru menggunakan bola dengan berbagai ukuran.
  4. Bermain Ban Dalam, digunakan untuk  latihan menggelinding dan menangkap.
  5. Aktivitas Koordinasi mata dan Tangan, Menghubungkan dua titik yang berjauhan, mengarsir gambar, mewarnai dsb.
  6. Menjiplak (Tracing I)
  7. Menggunting, dengan beberapa teknik yaitu menggunting lurus ditepi kertas, menggunting lurus ditengah kertas. Memotong bentuk- bentuk geometri seperti bujur sangkar, empat persegi panjang, segi tiga, dsb.
  8. Menempel
  9. Melipat

PERKEMBANGAN   PERSEPSI

Pesepsi adalah batasan yang digunakan pada proses memahami dan menginterpretasikan informasi sensori, atau kemampuan intelek untuk mencarikan makna dari data yang diterima oleh berbagai indera.

Persepsi merupakan suatu keterampilan yang dipelajari, maka proses pengajaran dapat memberikan dampak langsung   terhadap kecakapan perseptual.

Persepsi  yang memiliki Impilkasi bagi pengajaran anak dengan menggunakan konsep :

  • Modalitas – perseptual (perceptual modality concept), kesukaan belajar melalui indera  disebut dengan gaya belajar (learning styles), atau modalitas anak dalam belajar, yaitu :
  1. Melalui pendengaran (tipe auditif)
  2. Melalui penglihatan (tipe visual)
  3. Melalui perabaan (tipe taktil)
  4. Melalui gerak (tipe kinestetik)

Untuk mengetahui metode pembelajaran yang tepat pada masing-masing anak, guru harus mengetahui kekuatan kelemahan modalitas anak.

Ada 3 alternatif metoda pembelajaran :

  • memperkuat modalitas yang lemah
  • mengajar melalui keseluruhan modalitas
  • mengabungkan kedua metoda tersebut.
  • Sistem perseptual bermuatan lebih (overload –perceptual system)

Sistem perseptual bermuatan lebih berarti bahwa penerimaan informasi dari suatu modalitas mengganggu informasi yang sedang datang dari modalitas lain.

Ketidakmampuan menerima  dan memproses data yang masuk secara berlebihan tersebut mungkin menyebabkan otak menjadi mogok, berbagai gejala dapat terjadi :

  1. Berupa kebingungan
  2. Kemiskinan ingatan
  3. Kemunduran
  4. Menolak tugas
  5. Kekurangperhatian
  6. Tempertantrum

Ada beberapa jenis persepsi, yaitu persepsi auditoris, persepsi visual, serta persepsi taktil dan kinestetik. Berbagai jenis persepsi tersebut memiliki kaitan yang sangat erat dengan belajar akademik. Terjadinya gangguan pada salah satu jenis persepsi tersebut dapat menimbulkan masalah belajar.

STRATEGI  PENGEMBANGAN  PERSEPSI
Ada 4 pengembangan persepsi yang penting untuk dikembangkan :

  1. Persepsi Visual
  2. Persepsi Auditoris
  3. Persepsi Heptik
  4. Integrasi Sistem Perseptual

Strategi Pengembangan Persepsi Visual
Persepsi visual merupakan kemampuan yang dibutuhkan untuk belajar akademik.

Lima fungsi persepsi visual

  1. Koordinasi Visual Motor (Visual-Motor Coordination)
  2. Persepsi Figure-ground ( Figure Ground Perception)
  3. Ketetapan perseptual (Perceptual Constancy)
  4. Persepsi posisi dalam ruang (perceptio of position in space)
  5. Persepsi Hubungan Keruangan (Perception of Spatial relationships)

Fungsi :

  • Kemampuan membaca huruf dan angka
  • Kemampuan menyalin bentuk geometris
  • Kemampuan memasangkan kata-kata tertulis

AKTIVITAS PENGEMBANGAN
Materi  dan   Aktivitas

  1. Papan Pasak (pegboard design) yaitu anak membuat pola-pola geometrik berwarna diatas papan dengan pasak-pasak berwarna
  2. Papan Bentuk (block design) yaitu anak memasang bentuk-bentuk geometrik diatas  papan bentuk atau           menyalin bentuk-bentuk tsb diatas kertas.
  3. Menemukan gambar-gambar bentuk yang sama yaitu anak diminta menemukan bentuk-bentuk yang sama, misalnya menemukan semua  gambar yang berbentuk bulat, segi tiga, dan sebagainya.
  4. Puzzle   yaitu bermain puzzle berbentuk orang, binatang,  bentuk geometri, angka huruf   dll.
  5. Klasifikasi   yaitu berikan pada anak bentuk geometri dalam berbagai ukuran dan warna,                                        kemudian anak diminta mengklasifikasikan bentuk-bentuk tersebut  menurut ukuran atau warna.
  6. Domino, dimana anak diminta memasangkan bentu-bentuk yang sama  atau titik yang sama.
  7. Permainan Kartu, anak diminta memasangkan  berdasarkan pasangan gambar, angka dan jumlah.
  8. Huruf dan Angka , anak diminta memasangkan, mengelompokkan, atau mewarnai bentuk angka atau                huruf.
  9. Menemukan bagian yang hilang, gunakan gambar dari majalah dan potongan bagian-bagian fungsional dari          gambar-gambar tersebut    dan anak diminta mengisi bagian gambar yang hilang tersebut.
  10. Persepsi visual kata-kata, ajak anak memilih, mengelompokkan, atau mewarnai kata-kata tertulis.

Strategi Pengebangan Persepsi Auditoris
Pengembangan fungsi auditoris untuk kemampuan belajar akademik adalah :

  1. Sensitivitas auditoris terhadap bunyi
  2. Mengikuti pola bunyi
  3. Diskriminasi bunyi
  4. Kesadaran fonem atau bunyi huruf

Sensitivitas auditoris terhadap bunyi
Aktivitas mendengarkan bunyi atau mengidentifikasikan bunyi, materi dan aktivitasnya adalah merekam bunyi-bunyian.  Contohnya bunyi makanan yang diiris atau dimakan, bunyi kerikil, kapur, atau kacang yang dijatuhkan ke dalam kotak.   Menutup mata anak dan memusatkan pendengaran mereka keberbagai bunyi yang ada disekitar mereka, seperti bunyi  pesawat, mobil, binatang, dll.

Mengikuti Pola Bunyi
Membuat bunyi-bunyian dari jauh yang berpola lambat, cepat, lambat, lambat, cepat, cepat,cepat, lambat dan seterusnya. Materi dan aktivitasnya berupa bunyi dibuat dari  tepukan tangan, drum, atau melambungkan bola ke lantai.    Mata anak ditutup dan ia diminta mengikuti pola  bunyi yang dibuat guru dari jauh.

Diskriminasi Bunyi
Membedakan bunyi jauh – dekat; lemah – kuat; tinggi – rendah. Materi dan aktivitasnya berupa

  • Bunyi Jauh – Dekat; Menutup mata mendengarkan bunyi jauh atau dekat.
  • Bunyi keras – lemah; Menutup mata mendengarkan pada anak bunyi keras dan lemah, dan diminta untuk         membedakannya.
  • Bunyi tinggi-rendah; Mendengarkan bunyi piano atau orgen, anak diminta menirukan atau membedakan nada-nada  yang keluar.

Kesadaran Fonem atau Bunyi Huruf
Kemampuan untuk mengenal konsonan awal (initial consonant), materi dan Aktivitas:

  • Menyebutkan kata “mama” dari sekelompok kata anak, bapak, makan, mandi, dan paman.
  • Meminta anak mencari kata-kata yang dimulai dengan huruf seperti “Toni”
  • Mencari gambar yang namanya dimulai dengan huruf T dll.

Strategi Pemngembangan Persepsi Heptik (Taktil dan Kinestetik)
Pengembangan heptik dapat dilakukan dengan berbagai cara,  materi dan  aktivitasnya berupa:

  • Merasakan bermacam-macam tekstur, meraba kayu licin, metal, ampelas, buku, dan karet busa.
  • Papan raca (touch board), dibuat dari potongan-potongan kecil kayu yang permukaannya berbeda-beda            Anak diminta membedakan dan memasangkan   potongan kayu tersebut sesuai  dengan permukaan mereka.
  • Merasakan bentuk, membedakan berbagai bentuk geometrik melalui rabaan
  • Merasakan temperatur, memegang dan membedakan suhu botol-botol kecil yang diisi air dingin,                        hangat, dan panas.
  • Merasakan bobot, membedakan berat beberapa benda.
  • Mencium bau , membedakaan bau cengkeh, cuka, kayu manis, dsb.
  • Menjiplak pola ,menjiplak bentuk huruf dan angka

Strategi untuk mengembangkan Integrasi Sistem Perseptual
Banyak anak yang kesulitan belajar karena tidak dapat melakukan transfer informasi dari suatu sistem perseptual ke sistem perseptual yang lain.  Transfer informasi yang mencakup integrasi dan  aktivitas :

  • Visual ke Auditoris,   meminta anak melihat suatu pola titik-titik dan garis-garis; kemudian menyuruh anak meniru pola tersebut dalam bentuk ritmis pada drum.
  • Auditoris ke Visual,   meminta anak mendengarkan irama ritmis dan memilih salah satu pola visual titik dan garis yang sesuai dari beberapa pilihan.
  • Auditois  ke Motorvisual,  mendengar irama ritmis dan mengalihkan pada visual dengan menulis pasangan titik dan garis.
  • Auditoris – verbal ke motor,  memerintah anak untuk melakukan gerakan-gerakan tertentu
  • Taktil –Visualmotor,  meraba bentuk dan menggambarkan bentuk
  • Auditoris ke Visual,  mendengar bunyi benda dan menunjukkan gambarnya

*(Disarikan dari Internal Training Al Furqon Palembang)

4. Strategi untuk mengembangkan Integrasi Sistem Perseptual
Banyak anak yang kesulitan belajar karena tidak dapat melakukan transfer informasi dari suatu sistem perseptual ke sistem perseptual yang lain.
Transfer informasi yang mencakup integrasi:    Aktivitas
Visual ke Auditoris    Meminta anak melihat suatu pola titik-titik dan garis-garis; kemudian menyuruh anak meniru pola tersebut dalam bentuk ritmis pada drum.
Auditoris ke Visual    Meminta anak mendengarkan irama ritmis dan memilih salah satu pola visual titik dan garis yang sesuai dari beberapa pilihan.
Auditois  ke Motorvisual    Mendengar irama ritmis dan mengalihkan pada visual dengan menulis pasangan titik dan garis.
Auditoris – verbal ke motor    Memerintah anak untuk melakukan gerakan-gerakan ttt
Taktil –Visualmotor    Meraba bentuk dan menggambarkan bentuk tsb.
Auditoris ke Visual    Mendengar bunyi benda dan menunjukkan gambarnya

About these ads

8 gagasan untuk “PERKEMBANGAN MOTORIK DAN PERSEPTUAL UNTUK ANAK USIA DINI (bagian 2)

  1. Ping-balik: PERKEMBANGAN MOTORIK DAN PERSEPTUAL UNTUK ANAK USIA DINI (bagian 2) « Menuju Insan Smart

  2. wah bunda2 alfurqon ni harus selalu lihat blog ini nih… untuk tambah pengetahuan dan bisa diterapkan untuk bekal sbg pendidik

  3. blog ini sangat berguna untuk saya apalagi saya sedang mempersiapkan diri dalam Lembaga pendidikan anak usia dini ….. terima kasih banyak bunda salamah…..

  4. terima kasih ibu, artikel ini cukup membantu saya membuat variasi kegiatan untuk anak didik saya yang mengalami gangguan persepsi visual. terima kasih banyak. semoga berkah ilmu yang ibu berikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s