Tersenyum Menghadapi Kesulitan

Tersenyum Menghadapi Kesulitan

Bila kita bicara tentang kesulitan maka yang ada di benak kita adalah kesiapan kita untuk menghadapi kesulitan, bagaimana cara kita merasionalkan kesulitan kita dan apa yang harus kita lakukan untuk keluar dari kesulitan.

Kata teman-teman saya, “tertawalah” maka kamu akan menyelimuti kesulitan karena dengan tertawa yang wajar laksana “membalsem” kesedihan dan kesulitan yang kita hadapi.  Hidup kita pasti tak lepas dari yang namanya kebahagiaan, kesedihan, kelahiran, kematian, prestasi, keterpurukan, musibah, dan lain-lain. Semua bergerak seolah “membalance” kehidupan, seolah  mewarnai perjalanan kita di dunia.

Beberapa bulan lalu istri kakakku meninggal pada usia 30-an, meninggalkan 2 putri yang berusia 11 tahun dan 6 tahun.  Pada saat menjelang kematian almarhum, kakak sedang berada jauh di pedalaman Kalimantan. Di malam hari kakak menerima telepon dari mertuanya yang mengabarkan bahwa istrinya masuk rumah sakit, tepatnya sedang dalam perawatan intensif dokter di ruang ICU.  Pada saat kakak menerima kabar tersebut, hatinya berdebar-debar, ada rasa yang sulit untuk diungkapkan.  Namun dengan banyak mengingat Allah SWT perasaan tersebut dicoba untuk dihilangkan. 

 Di saat tengah malam ada telepon kembali dari mertuanya yang menyatakan bahwa kakak harus segera pulang ke kota Banjarmasin.  Di saat genting tersebut kakak berusaha meminjam kendaraan motor  lewat temannya, ditengah guyuran hujan yang lebat dan dinginnya malam kakak berusaha pulang dengan  memacu motor tuanya. Pada saat perjalanan baru berjalan 1 (satu) jam, kakak menerima telepon kembali dari mertuanya yang menyatakan bahwa istrinya mau bicara, kakak berhenti sebentar mendengarkan suara istrinya yang bergumam tak jelas, lalu kakak mengatakan ” Ma, aku ikhlas bila kamu ingin pergi….. aku rela dunia dan akhirat…. aku memaafkan segala kesalahan-kesalahanmu… dan aku minta maaf bila aku lalai selama menjalin rumah tangga  dengan mu” (sambil meneteskan air mata).  Tak lama kemudian terdengar suara benda jatuh, dan kakak ku yakin istrinya telah tiada.  Ada sesuatu yang perih terasa di dadanya…menusuk secara perlahan-lahan, namun kakak harus segera sampai ke rumahnya di Banjarmasin.  Di tengahhujan deras, kakak memacu laju motornya sambil berteriak memanggil nama istrinya, tangisnya pecah, melengkingbersahutan dengan suara halilintar,  derasnya hujan berbaur dengan derasnya air mata. Sungguh suatu pengalaman yangtak terlupakan bagi kakakku.

Teman, betapa pengalaman kakak ku sangat menginspirasi tulisan ini.  Seberapa besar dan mampu kita menghadapi kesulitan yang datang di kehidupan kita.  Sentral dari itu adalah kuasa Allah SWT.  Pada saat kita mengingatNya maka kita akan merasa luruh dalam selimut kasih sayangNya.

Seperti kata Aidh al-Qarni; Wahai manusia, setelah lapar ada kenyang, setelah haus ada kepuasan, setelah begadang ada tidur pulas, dan setelah sakit ada kesembuhan.  Setiap yang hilang pasti ketemu, dalam kesesatan akan datang petunjuk, dalam kesulitan ada kemudahan dan setiap kegelapan akan terang benderang.

Dalam Al Qur’an surat Al-Ma’idah ayat 52 :  Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada RasulNya) atau sesuatu keputusan dari sisiNya.

Sampaikan kabar gembira kepada malam hari bahwa sang fajar pasti datang mengusirnya dari puncak-puncak gunung dan dasar-dasar lembah.  Kabarkan juga kepada orang yang dilanda kesusahan bahwa pertolongan akan datang secepat kelebatan cahaya dan kedipan mata.  Kabarkan juga kepada orang yang ditindas bahwa kelembutan dan dekapan hangatakan segera tiba.

Di saat kita sedang menghadapi kesulitan maka akan terasa sulit bila kita memandangnya dengan hati yang sempit danterluka. Memang benar bahwa waktu adalah obat yang paling mujarab untuk menambal luka-luka akibat kesulitan ataukesusahan yang mendera kita.  Namun kita juga harus yakin bahwa setiap tangisan akan berujung dengan senyuman,ketakutan  akan berakhir dengan rasa aman dan kegelisahan akan sirna oleh kedamaian.

Dan bagi teman-teman yang terpaku pada waktu yang terbatas dan pada kondisi yang sangat kelam, biasanya hanya akanmerasakan kesulitan tiada akhir, kesusahan tak berkesudahan, kesengsaraan yang tak membawa nikmat dan keputusasaandalam hidupnya.

Oleh karena itu, kita jangan terbelenggu oleh himpitan kesulitan dan jangan pernah merasa terhimpit sejengkalpun, karena setiap keadaan pasti berubah, roda kehidupan akan terus bergulir, mengganti malan dengan siang, mengganti senang dengan kesedihan, mengganti kaya dengan kemiskinan, mengganti derajat dengan kehinaan.  Dan sebaik-baik ibadah adalah menanti kemudahan dengan sabar.  Betapapun hari demi hari akan terus bergulir, tahun demi tahun akan terus berganti , walaupun yang gaib akan tetap tersembunyi dan Sang Maha Bijaksana akan tetap dalam keadaan dan segala sifatNya.  Dan Allah mungkin akan menciptakan sesuatu yang baru setelah itu semua.   sebagai umatNya tetaplah bersabar akan janji Allah bahwa di setelah kesulitan itu tetap akan ada kemudahan.
(terinspirasi kisah kakak Alamuddin: semoga tetap dalam kesabaran dan terus mengingat nikmatNya)

About these ads

10 gagasan untuk “Tersenyum Menghadapi Kesulitan

  1. kesabaran adalah penyakit bagi seseorang yang tidak kuat untuk menunggu, apalagi tidak ada kepastian kapan harus bersua, kecuali ada cinta didalamnya. yg dapat mengatasi segalanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s